Dibalik Meninggalnya KH. Hasyim Asy'ari Terselimut Kisah Mengerikan Bagi Indonesia
Siapa sih yang tidak kenal dengan KH. Hasyim Asy'ari? beliau adalah pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia yang sampai sekarang masih eksis dalam mempertahankan NKRI yaitu Organisasi Nahdlatul Ulama.
Pada masa hidupnya KH. Hasyim Asy'ari, ketika itu wilayah negara Indonesia masih di dalam kekangan penjajah Belanda. Maka tidak heran semasa dakwah tentang cinta pada tanah air banyak sekali ditentang dan rintangannya dari pihak luar tentunya dari imprialisme Barat.
Kekuatan rakyat pada masa itu berada didalam kekuasaan Ulama dan Kiai, semua pergerakan dan perlawanan rakyat tidak dapat dilepaskan dengan keterlibatan Ulama. Maka sebab itu Ulama sebagai musuh Imprialis Barat yang paling berat. Peran aktif KH. Hasyim Asy'ari dalam perjuangan kemerdekaan ternyata sangat berjasa besar, beliau banyak mengeluarkan fatwa-fatwa kepada para pejuang Indonesia salah satunya diantara para pejuang yang menjadi muridnya yang tertulis di sejarah Indonesia adalah Jend. Soedirman dan Bung Tomo.
Maa dapat kita simpulkan dari kedua pejuang Indonesia yang terkenal akan perlawanan mereka kepada Belanda ternyata dibelakang layarnya terdapat Kiai yang sangat karismatik dan berjiwa nasionalis yakni KH. Hasyim Asy'ari. Perlawanan Bung Tomo misalnya pada 20 Oktober, beliau sebelum melaksanakan perlawanan terlebih dahulu meminta izin kepada Hadrutu Syaikh hanya saja tidak dicantumkan perannya di dalam sejarah sekolah.
Kemudian apakah anda mengetahui apa sebab meninggalnya KH. Hasyim Asy'ari di balik sejarah yang berselimut tebal? dan kapan meninggalnya. KH. Hasyim Asy'ari meninggal dunia pada 7 Ramadhan 1366/ 25 Juli 1947 karena tekanan darah tinggi. Hal ini terjadi ketika beliau mendengar berita dari Bung Tomo dan Jend. Soedirman bahwa pasukan Belanda di bawah Jend. Spoor telah kembali ke Indonesia dan menang dalam pertempuran di Singosari (Malang) dengan meminta korban banyak dari rakyat biasa. Beliau sangat terkejut dengan peristiwa demikian sehingga terkena serangan stroke yang menyebabkan beliau meninggal.
Sumber


No comments:
Post a Comment